TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Jor-joran, Gebyar Batik Pamekasan di Malang Telan 200 Juta

  • Bagikan
Fantastis, Penggelaran Gebyar Batik Pamekasan (GBP) yang digelar di Malang Town Scuare (Matos) menelan anggaran sebesar Rp. 200.000.000,00. jum'at (18/3/2022).

PAMEKASAN. Penggelaran Gebyar Batik Pamekasan (GBP) yang digelar di Malang Town Scuare (Matos) menelan anggaran sebesar Rp. 200.000.000,00. jum’at (18/3/2022) malam.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan sebagai leading sektor acara penggelaran tersebut.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam membuka secara langsung dengan disaksikan oleh Ketua Dekranasda Pamekasan, Nayla Baddrut Tamam, Sekda, Totok Hartono beserta istri, Ketua DPRD Pamekasan, Fathor Rohman.

BACA JUGA :  Warga Desa Bangkes Pamekasan Ditemukan Meninggal

Selesai dari kabupaten Malang, acara Gebyar Batik Pamekasan (GBP) berlanjut ke kabupaten Tuban dengan anggaran Rp. 150.000.000,00 yang akan digelar pada Minggu, (19/03/2022).

Pada tahun ini, Pemkab Pamekasan menganggarkan Rp. 1,5 Milair untuk penggelaran Gebyar Batik Pamekasan (GBP) do enam titik selama tahun 2022.

Keenan lokasi itu yakni kabupaten Malang, Tuban, Kediri, Probolinggo, Jember, dan terakhir Bali yang akan dimulai pada 18 maret mendatang.

BACA JUGA :  Polisi Gerebek Rumah Penyimpanan Rokok Ilegal di Lampung Timur, Barang Dipasok dari Pamekasan

Sebelumnya, Pada tahun 2020 Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan mengucurkan dana sebesar Rp 194.477.400,00 untuk acara acara gebyar Batik Pamekasan yang digelar di Semarang.

Tahun berikutnya pada tahun 2021 menelan anggaran sebesar Rp 162.500.000,00 yang digelar di kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.

BACA JUGA :  Terancam Dua Tahun Penjara, Supir Penyelundupan Pupuk Subsidi Asal Pamekasan Ditetapkan Tersangka

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengaku, Gebyar batik sebagai ikhtiar mengenalkan batik Pamekasan di kancah regional, dan nasional untuk meningkatkan ekonomi para perajin batik, dan masyarakat Pamekasan secara umum.

“Kita sengaja mempromosikan batik tulis, karena tidak banyak orang yang tahu dan mengenalnya,”katanya.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks
  • Bagikan