PAMEKASAN. Pengasuh Ponpes Annidhamiyah, KH Muhaidi menyebut bahwa longsor tebing yang menimpa asrama santri putri merupakan hal yang misterius.
Dikatakannya, ada beberapa hal yang tidak dirasakan oleh dirinya dan santri yang lain. Sebab, ia tidak pernah menyangka akan ada longsor yang akan menewaskan lima nyawa itu.
“Kita tidak merasa akan terjadi apa-apa semuanya seperti misterius,” katanya saat dimintai keterangan.
Ia menyebutkan, sejak dulu tidak pernah terjadi longsor sedikitpun di tempat pondoknya. Bahkan, saat hujan turun, semua santri pasti keluar dari kamarnya. Baik tinggal di mushalla atau di sekolah.
“Sebelumnya tidak pernah longsor, saat hujan santri biasanya kelaur dari kamarnya,” ujarnya dengan penuh kesedihan.
Dari dua kamar yang memakan korban, satu kamar terdiri dari empat santri dan kamar sebelahnya ada tiga orang.
Kamar yang berisi empat orang tersebut tiga diantaranya meninggal dunia dan satu selamat. Sementara kamar yang berisi tiga orang dua meninggal dan satu patah tulang.






