PAMEKASAN CHANNEL. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan, Ismail, mengimbau agar Dinas Kesehatan (Dinkes) serta seluruh Puskesmas di wilayah Pamekasan untuk segera melakukan langkah preventif dalam menghadapi potensi penyebaran penyakit campak.
Hal ini menyusul ditetapkannya status Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep, setelah sebanyak 17 warganya meninggal dunia akibat campak.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Partai Demokrat Pamekasan itu menegaskan, Pamekasan merupakan kabupaten terdekat dengan Sumenep, sehingga antisipasi sejak dini perlu dilakukan agar kasus serupa tidak merajalela, khususnya pada anak-anak.
“Saya minta dinas kesehatan bersama puskesmas segera turun melakukan langkah taktis, jangan sampai wabah ini meluas ke Pamekasan. Anak-anak harus kita lindungi,” kata Ismail. Rabu 27 Agustus 2025.
Dikatakan legislator senior itu, Ada beberapa solusi langkah taktis dalam penanganan campak, mulai dari peningkatan imunisasi dan memastikan cakupan imunisasi campak lengkap pada balita dan anak sekolah.
“Deteksi dini dan melakukan pemantauan aktif di setiap Puskesmas untuk menemukan kasus campak sedini mungkin,” tambah ketua IKA UIN Madura itu.
Selain itu, kata legislator yang dekat dengan masyarakat tersebut, jika ditemukan untuk segera dilakukan isolasi dan perawatan, sebab Pasien campak perlu mendapat perawatan di fasilitas kesehatan agar tidak menularkan ke lingkungan sekitar.
“Edukasi masyarakat, Sosialisasi tentang pentingnya imunisasi, pola hidup bersih, dan menjaga daya tahan tubuh.
“Distribusi vitamin A, Pemberian vitamin A untuk anak-anak sebagai bagian dari program pencegahan komplikasi campak,” tandasnya.
Dengan kondisi terkini, Ismail berharap koordinasi cepat antara pemerintah daerah, dinas kesehatan, dan masyarakat dapat mencegah Pamekasan mengalami hal serupa seperti Sumenep.





