Aktivis Pamekasan Demo Pengadaan Sarung Rp. 800 Juta Bergambar Bupati Baddrut Tamam

  • Bagikan
Puluhan aktivis melakukan demontrasi yang tergabung dalam Garakan Aktivis dan Mahasiswa Jawa Timur (GAM-JATIM) ke kantor Pemerintah kabupaten (Pemkab) Pamekasan. Selasa (14/06/2022).

PAMEKASAN. Puluhan aktivis melakukan demontrasi yang tergabung dalam Garakan Aktivis dan Mahasiswa Jawa Timur (GAM-JATIM) ke kantor Pemerintah kabupaten (Pemkab) Pamekasan. Selasa (14/06/2022).

Demo tersebut berkaitan dengan pengadaan sarung seharga 800 juta lebih pada bulan ramadhan lalu.

Sarung tersebut diberikan kepada beberapa orang pada IdulFitri dengan diberikan gambar Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Koordinator aksi Junaidi mengatakan, bahwa pengadaan sarung dengan anggaran 813.750.000,00 dan tambahan 38.500.000 dinilai tidak tepat sasaran. Sebabnya, ia menilai tidak sedikit ASN yang menerima bingkisan itu.

BACA JUGA :  Soal Pelaksanaan Pilkades. kabupaten Pamekasan Layak Ikuti Jejak Sumenep dan Bangkalan

Selain itu, bantuan sarung kepada masyarakat yang melalui anggaran Kesra tersebut diklaim bantuan Bupati Pamekasan Badrut Tamam. bahkan bantuan tersebut dalam pembelanjaanya tidak sesuai

dengan spesifikasi dan nilai harga satuan sehingga ada indikasi kerugian uang negara yang sangat signifikan.

BACA JUGA :  Merosot, Pelayanan Publik Kabupaten Pamekasan Masuk Zona Kuning

“Yang jelas kepentingan bantuan tersebut hanya sebagai alat politik Bupati Pamekasan,” Katanya.

Atas alasan itu, aktivis mendesak agar Inspektorat Daerah segera melakukan pengawasan dan telaah bahkan pemanggilan kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) & Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dilingkungan KESRA Kabupaten Pamekasan.

“karena ada indikasi main mata dalam pengadaan sarung yang dimenangkan lelang oleh CV. PERSADA UTAMA,” pungkasnya.

BACA JUGA :  HMI Desak Polda Jatim Usut dan Tangkap Broker Pupuk Subsidi

Demo tersebut langsung ditemui oleh Abrori selaku Kabag Kesra Sekdakab Pamekasan dan Sigit Priyono selaku asisten kesejahteraan masyarakat Pamekasan.

Dihadapan masa aksi, Sigit Priyono mengklaim bahwa pengadaan sarung tersebut sudah sesuai dengan regulasi yang ada. Sebab, pengadaan itu sudah melalui proses yang panjang.

  • Bagikan