Bupati Pamekasan, Pergantian Wabup Diajukan Setelah 100 Hari kematian

  • Bagikan

PAMEKASAN. Bupati Pamekasan Baddrut Tamam akan membahas dan mengusulkan nama pengganti Almarhum Wakil Bupati (Wabup) Raja’e setelah 100 hari kematiannya.

“Pembahasan pergantian Wabup setelah 100 hari. Saat ini kami semua masih dalam keadaan berduka,” katanya usai rapat paripurna pemberhentian Wabup H. Raja’e secara terhormat di gedung DPRD Pamekasan, Senin (15/2/2021).

Dikatakannya, pembahasan pasca 100 hari kematian itu karena bupati dan lainnya menghargai almarhum dan keluarganya.

BACA JUGA :  Tingkatkan Kemandirian Desa, Warga Palengaan Daya Swadaya Perbaiki Jalan Rusak

Bupati tidak ingin ditengah duka dirinya dan masyarakat Pamekasan membahas pergantian almarhum. Sebab, duka mendalam masih dirasakan semuanya.

“Yang memberikan pernyataan diluar bupati tentang pergantian Wabup jangan dipercaya,” Ujarnya.

Diakuinya, sejauh ini pihaknya sudah bertemu dengan beberapa pimpinan partai pengusung saat pilkada lalu. Namun demikian, dari pertemuan itu belum menemukan nama yang nantinya akan diusulkan.

BACA JUGA :  Mall Pelayanan Publik dan Dukcapil Tangguh untuk Masyarakat Pamekasan

“Saya sudah bertemu dengan beberapa partai pengusung. Baru akan diajukan setelah 100 hari,” tandasnya.

Untuk diketahui, Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan, Raja’e meninggal dunia pada Kamis (31/12/2020) lalu di RSUD dr. Soetomo Surabaya.

Sementara itu ketua DPRD Pamekasan, Fathor Rohman mengatakan, setelah pergantian almarhum Wabup. Pihaknya akan segera membentuk panitia pergantian.

BACA JUGA :  Dua P2KD Mundur, Pilkades di Dua Desa Pamekasan Terancam Ditunda

Panitia itu nantinya akan membahas tata tertib (Tatib) dan persyaratan yang dibutuhkan untuk calon pengganti Wabup.

Pihaknya menargetkan, pergantian ini segera selesai. Sebab, jabatan yang strategis tentu akan dibutuhkan.

“Kalau tidak ada kendala, Sekitar Agustus baru ada Wabup. Sebab tahapannya sangat panjang,” pungkasnya.

  • Bagikan