PAMEKASAN. Rencana pengisian Fattah Jasin sebagai Wakil Bupati (Wabup) kabupaten Pamekasan mendapat penolakan.
Respon penolakan tersebut muncul dari kelompok aktivis yang tergabung dalam Dewan Energi Aspirasi Rakyat Jawa Timur (Dear Jatim).
Ketua DEAR Jatim Faisol mengatakan bahwa pengangkatan Fattah Jasin sebagai wakil bupati Pamekasan yang menggantikan posisi Alm. Raja’e di bumi Gerbang Salam dinilai tidak tepat. Sebab, pria yang gagal jadi Bupati Sumenep tersebut mempunyai rekam jejak yang jelek yang pernah digeledah oleh KPK.
“Jika benar nantinya Fattah Jasin yang dipilih sebagai wakil bupati. Kami dengan tegas menolak,” katanya. Senin (24/01/2022).
Dikatakannya, rekam jejak yang jelek yang pernah digeledah KPK dan persoalan suap atau kasus korupsi di Kabupaten Tulungagung dan dugaan keterlibatan Fattah Jasin sebagian bukti kuat bahwa dia memang tidak layak untuk memimpin Pamekasan.
Lebih lanjut, Faisol yang juga merupakan kader PMII beranggapan bahwa pemilihan Fattah Jasin sebagai wakil bupati bukan karena integritas dan kredibilitasnya yang baik, namun lebih kepada hal yang bersifat politis.






