Pemkab Pamekasan Launching KIHT Pertama di Jatim dan Ketiga di Indonesia

  • Bagikan
Launching Kawasan Industri Hasil Tembakau. Selasa (21/12/2021). (Foto. Humas Pemkab Pamekasan).

PAMEKASAN. Pemerintah Kabupaten Pamekasan Launching pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) dan pemberian bantuan tunai (BLT) kepada buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok secara simbolis.

Pemberian bantuan BLT tersebut dilaksanakan di Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan. Selasa(21/12/2021).

Bupati Pamekasan H Baddrut Tamam menyampaikan, pembangunan KIHT di Pamekasan tersebut merupakan ikhtiar bersama dalam mewujudkan menjadi kabupaten maju.

“Ikhtiar ini saya lakukan dalam rangka mendorong bagaimana negara HD untuk mendampingi rakyat membela rakyat termasuk di dalamnya untuk memfasilitasi para pengusaha rokok dalam mengembangkan usahanya di bidang industri rokok,” kata Baddrut Tamam.

BACA JUGA :  Mengenal Fattah Jasin, Calon Wakil Bupati Pamekasan

Baddrut Tamam melihat Kabupaten Pamekasan memiliki potensi tembakau 25000 ton sampai 35000 ton. Sehingga Pamekasan sepatutnya memliki KIHT.

Pihaknya mengajak para pengusaha rokok yang berminat bergabung dan menjadi mitra KIHT. Karena sampai saat ini yang bermitra sudah tercatat sebanyak 6 pengusaha rokok, yaitu PR Garuda, PR Walisongo, PR Wahyu bren, PR Cahaya ku, PR Pratama dan PR Bandar jaya.

BACA JUGA :  Nadi Mulyadi Terpilih Sebagai Ketua PA GMNI Pamekasan Periode 2021-2025

Disisi lain, Kepala Bea Cukai Provinsi Jawa timur mengatakan, Pamekasan memang seharusnya memilik bangunan KIHT. Krena Pamekasan sentra produktif di bidang tembakau yang begitu besar se Jawa Timur.

“Pamekasan memilikj bangunan KIHT saya rasa sangat tepat dan saya mendukung. Karena nantinya selain bisa mengembangkan para pengusaha rokok lokal. adanya KIHT juga sangat berpengaruh terhadap harga tembakau di petani nantinya semakin tunggi,” ucapnya.

BACA JUGA :  Mengejutkan, RPA Wazirul Jihad Jadi Ketua PPP Pamekasan

Adanya Bangunan KIHT di Pamekasan kedepan selain untuk kesejahteraan masyarakat, nantinya juga bisa meningkatan hasil cukai.

“Sehingga saya berharap tahun 2022 cukai akan meningkat hingga 200 Triliun,” harapnya.

  • Bagikan