PAMEKASAN. Selama bulan maret 2021 jumlah demontrasi di kabupaten Pamekasan mencapai sebanyak 12 kali.
Demontrasi tersebut dilakukan dari beberapa golongan, mulai dari Mahasiswa, ASN, aktivis dan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mayoritas menyasar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.
Berdasar catatan yang dikantongi tim Pamekasan Channel, tercatat sebanyak 12 kali aksi demontrasi terdiri dari kantor Pemkab Pamekasan, kantor DPRD, kejaksaan hingga kampus.
Pertama demontrasi terkait dugaan amburadulnya penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau agen warung yang bermasalah yang dilakukan di depan kantor Dinas sosial Pamekasan tepat pada Hari Rabu, (03/03/2021).
Yang kedua, Komunitas Monitoring dan Advokasi (Komad) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bea Cukai Madura di Jalan Panglima Sudirman, Kabupaten Pamekasan, Kamis (4/3/2021).
Mereka menuntut agar pelaku rokok ilegal yang berkeliaran diproses secara hukum dan basmi ke akar-akarnya.
Selanjutnya, demontrasi Gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) se- Kabupaten Pamekasan ke Kantor Inspektorat Pamekasan, Selasa (9/3/2021).
Dalam aksinya, mereka meminta Kepala Inspektorat Pamekasan agar mengembalikan kembali kasus pelimpahan Mobil Sigap ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan.






