TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Silaturahmi dengan Anggota DPR RI, Rektor IAIN Madura Sampaikan Alih Status Jadi UIN Madura

  • Bagikan

PAMEKASAN. Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim menerima silaturahmi Anggota DPR RI Muhammad Ali Ridha bertempat di ruang pertemuan kampus setempat. Rabu (17/02/2021).

Dalam pertemuan itu, Anggota dewan Partai Golkar Dapil XI Jawa Timur (Madura) tersebut disambut langsung oleh Rektor dan jajaran dosen IAIN Madura.

Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim mengaku sangat senang dan berterimakasih atas kunjungan dan silaturahmi Muhammad Ali Ridha sebagai komisi VIII yang bermitra langsung dengan kementrian agama (Kemenag) ditengah pandemi Covid-19.

BACA JUGA :  Muhlis Resmi Dilantik Sebagai Kepala Desa Somalang Periode 2022-2028

Dalam pertemuan itu, pak Kosim sapaan akrabnya menyampaikan beberapa poin penting. Pertama berkaitan dengan kekurangan lahan kampus dan persiapan alih status kampus dari IAIN Madura menuju UIN Madura.

“Sangat senang sekali atas silahturahmi Habib Ali (Muhammad Ali Ridha) sebagai mitra Mentri Agama. Kami sampaikan kekurangan lahan dan tahapan menjadi UIN Madura,” kata mantan aktivis PMII ini.

Dikatakannya, untuk menjadi UIN Madura, kampus yang berada di jalan Panglegur Tlanakan Pamekasan itu membutuhkan lahan seluas 10 hektar. Sementara saat ini masih mempunyai 5 hektar.

BACA JUGA :  KH Taufik Hasyim Dinilai Cocok Jadi Calon Bupati Pamekasan

“Perluasan lahan ini membutuhkan dorongan dari pemerintah pusat. Tentu aspirasi ini disampaikan melalui Anggota DPR RI yang dari dapil Madura,” katanya.

Selanjutnya, setelah perluasan lahan, Rektor kelahiran Sampang ini juga menyiapkan tentang naskah Kelembagaan dan alih status kampus untuk diajukan ke pemerintah pusat.

Diakuinya, IAIN Madura sudah sepantasnya jadi UIN Madura. Sebab, secara letak geografis. Kampus dengan 20 progam studi itu berada ditengah-tengah Madura.

BACA JUGA :  Aktivis Nilai Masrukin Cocok untuk Jadi Calon Bupati Pamekasan Tahun 2024

Kosim menargetkan, tahun depan semua berkas sudah masuk ke Kementerian Agama. Tentu itu butuh dorongan anggota dewan untuk membantu agar pemerintah pusat mengucurkan dana untuk perluasan lahan.

“Sambil menyusun semua persyaratan dan perluasan lahan. targetnya tahun depan sudah tuntas. Tinggal mengusulkan proposal,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks
  • Bagikan