Civitas Akademika IAIN Madura Sambut Kunjungan Dirjen Pendis Kementerian Agama

  • Bagikan
Civitas akademika IAIN Madura berfoto usai pertemuan dengan Dirjen Pendis Kemenag Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani. Sabtu (19/3/2022) (Foto. Dokumentasi Pamekasan Channel).

PAMEKASAN. Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani selaku Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Agama Islam (Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) mengunjungi kampus IAIN Madura. Sabtu (19/3/2022).

Dalam kunjungan tersebut langsung disambut oleh para civitas akademika IAIN Madura dengan membahas persiapan akselerasi status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Madura.

Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim mengatakan, kedatangan Dirjen Pendis Kemenag berkeliling memantau semua infrastruktur penunjang perkuliahan yang berada di kampus IAIN Madura.

Setelah itu, dilanjutkan dengan pembicaraan khusus mengenai akselerasi IAIN menuju UIN di ruang pertemuan rektorat IAIN Madura.

BACA JUGA :  Sediakan Ruang Kreatif untuk Mahasiswa, IAIN Madura Luncurkan IMTV

“Kami mendorong kepada para pengelola untuk bisa didorong semangatnya dalam menyiapkan alih status IAIN menuju UIN Madura yang sekarang sudah mendekati finish dari berbagai indikator yang diperlukan,” katanya.

Kosim menyampaikan, mengundang pejabat tinggi Kemenag ke IAIN Madura merupakan langkahnya untuk mendapatkan informasi langsung darinya, terutama informasi mengenai regulasi terkini tentang akselerasi status.

Informasi tersebut sekaligus untuk memberikan semangat bagi pengelola IAIN Madura dalam rangka membangun kampus ini lebih maju.

BACA JUGA :  UPZ IAIN Madura Studi Wawasan ke UIN Suka Yogyakarta

Dirjen Pendis Kemenag Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani juga senada. Dalam sambutannya, dinyatakan bahwa setiap program yang ingin dicapai harus terukur dan realistis, termasuk dalam akselerasi IAIN menuju UIN. Sehingga perlu memaksimalkan persiapan untuk memenuhi berbagai indikator kualifikasi yang jadi persyaratan.

“Lakukanlah suatu hal yang profesional, realistis dan riil, jangan melakukan suatu hal yang jelas,” tutur pejabat tinggi Kemenag itu yang sekaligus memotivasi pengelola IAIN Madura.

BACA JUGA :  Pamekasan Jadin Tuan Rumah, Seluruh Mobil Dinas Diberi Stiker Maskot MTQ

Dia meyakini, IAIN Madura akan menjadi episentrum peradaban yang mampu membawa perubahan untuk masyarakat Madura dan Indonesia. Dengan begitu, perlu ada tujuan yang konkret untuk keberlanjutan IAIN Madura.

“Episentrum peradaban tentu melangkahkan segala sesuatunya berdasarkan nilai-nilai kebaikan. Kebaikan itu adalah satu-satunya ilmu yang tidak pernah rusak dan tidak pernah akan tergerus oleh waktu,” tandasnya..

  • Bagikan