Gubernur Khofifah dan Bupati Baddrut Dukung Seratus Persen Peralihan IAIN Madura Menuju UIN

  • Bagikan
Rektor IAIN Madura Dr. H. Mohammad Kosim (tengah) bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam (kanan) di acara Kuliah Umum di IAIN Madura, Selasa (18/01/2022). (Foto. Dokumentasi Pamekasan Channel).

PAMEKASAN. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyatakan dukungan penuh peralihan status dari IAIN menjadi UIN Madura.

“Saya mendukung seratus persen keinginan IAIN Madura untuk menjadi UIN,” ungkap Gubernur Khofifah usai memberikan Kuliah Umum bagi mahasiswa Magister (S2) IAIN Madura Pamekasan, Selasa (18/2).

Khofifah menyampaikan, tahun 2021 kemarin IAIN Tulungagung dan Jember sudah resmi menjadi UIN, bahkan IAIN Kediri dan Ponorogo juga sudah mengajukan permohonan.

Karenanya, IAIN Madura diharapkan bisa mengikuti jejaknya. Untuk itu, diperlukan pembahasan lebih lanjut termasuk terkait penentuan nama institusi yang baru dengan melibatkan berbagai stakeholder.

BACA JUGA :  Awal Kuliah Sempat Minder, Ketekunan Belajar Nadia Hidayanti Berbuah Wisuda Terbaik IAIN Madura

Khofifah berharap, dengan perubahan tersebut IAIN Madura bisa terus berkembang dan diperkaya dengan fakultas-fakultas umum lainnya. Tak hanya fakultas ilmu keagamaan, fakultas profeai lainnya bisa dibuka bagi masyarakat Madura.

Ditambahkannya, kemajuan sektor pendidikan di kawasan Madura diharapkan bisa berseiring dengan cita-cita Indonesian Islamic Science Park (IISP) yang diharapkan menjadi daya gravitasi dari penyelenggaraan Konferensi Islam Dunia. IISP sendiri, diharapkan bisa menjadi Episentrum Islam dunia di masa depan.

“Saya berharap IISP akan menjadi Gravitasi khususnya dari konferensi organisasi Islam dunia. Sehingga, pertemuan-pertemuan Islam Internasional bisa dilaksanakan di Indonesia, utamanya di Jatim, bahkan di Madura,” ungkap Gubernur Khofifah.

BACA JUGA :  Dibagi Dua Tahap, 915 Mahasiswa IAIN Madura Diwisuda Secara Tatap Muka

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam dalam sambutannya mengapresiasi kerja keras civitas akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura yang sedang berikhtiar untuk merubah status menjadi universitas islam negeri (UIN) Madura.

“Pak Rektor ini sedang berikhtiar untuk menjadikan kampus ini menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Madura. Sebagian syaratnya tanah ini harus 10 hektar, kita sedang berikhtiar mudah-mudahan segera 10 hektar,” katanya.

BACA JUGA :  IAIN Madura Buka Pencalonan Rektor untuk Masa Jabatan 2022-2026

dikatakannya, perubahan status menjadi UIN Madura tersebut dipastikan bisa memfasilitasi anak-anak di pulau garam dalam memilih jurusan yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan zaman.

“Kalau sudah menjadi UIN, bisa ada tambahan fakultas lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat Madura, bukan berarti yang ada ini tidak dibutuhkan. Tetapi semakin banyak fakultas, semakin banyak mahasiswanya,” tambah dia.

Saat ini mahasiswa aktif IAIN Madura melebihi 10 ribu yang terbagi di 23 progam studi (prodi). 18 progam sarjana dan 5 program Pascasarjana.

  • Bagikan