IAIN Madura dan Pemkab Pamekasan Teken MoU Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Sarana Prasarana

  • Bagikan
Rektor IAIN Madura, Dr. Mohammad Kosim bersama Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam usai melakukan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) didampingi pejabat penting lainnya di Peringgitan Dalam Rumah Dinas Bupati. Senin (21/3/2022) (Foto. Humas IAIN Madura for Pamekasan Channel).

PAMEKASAN. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan secara resmi menjalin kerja sama tentang peningkatan kualitas pendidikan.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam dan Rektor IAIN Madura, Dr. Mohammad Kosim di Peringgitan Dalam Rumah Dinas Bupati. Senin (21/3/2022).

Hadir pula dalam kegiatan itu pembantu rektor, dekan fakultas, dan beberapa pejabat penting lainnya dari IAIN Madura.

Rektor IAIN Madura, Dr. Mohammad Kosim menyampaikan kerja sama tersebut perihal peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana di Kabupaten Pamekasan.

BACA JUGA :  Tak Terima Kepala Sekolah Dipindah, Siswa SDN Sumber Waru 1 Pamekasan Mogok Sekolah

Nantinya, kerjasama itu akan diteruskan oleh para dekan dengan beberapa OPD yang ada di kabupaten Pamekasan.

Sementara itu, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menyampaikan, perguruan tinggi memiliki tugas besar menyiapkan generasi mapan di masa yang akan datang untuk kemajuan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI). Karena masa depan bangsa Indonesia akan ditentukan oleh kualitas pendidikan saat ini.

BACA JUGA :  Digelar Secara Hybrid, Rektor IAIN Madura Buka ICONIS Tahun Kelima

Bupati menambahkan, era industri 4.0 menuntut perguruan tinggi berperan maksimal agar out put yang dikeluarkan tidak gagap menerima kenyataan hidup yang serba cepat, termasuk dalam dunia usaha yang akan dikendalikan oleh e-commerce. Sebab, apabila generasi itu tidak siap menerima kenyataan tersebut dipastikan tergilas dengan sendirinya.

“Terutama tuntutan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), sehingga mampu menghasilkan SDM yang adaptif, kompetitif, unggul dan berkarakter yang sesuai dengan tuntutan kompetensi abad ke-22,” jelasnya.

BACA JUGA :  1.099 Mahasiswa Baru Universitas Madura Ikuti PKKMB Secara Tatap Muka

Dia berharap, kerja sama dengan perguruan tinggi besar di Madura itu mampu meningkatkan kualitas pendidikan untuk kemajuan Pamekasan di masa yang akan datang sesuai dengan komitmen pemkab dalam meningkatkan SDM anak-anak muda melalui beberapa program nyata. Diantaranya, beasiswa kedokteran, beasiswa santri, fasilitasi sekolah kedinasan, dan lain-lain.

  • Bagikan