Rektor IAIN Madura Angkat Wisudawan Terbaik Pascasarjana Jadi Asisten Dosen

  • Bagikan
Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim bersama Dinul Qayyimah, Wisudawan terbaik Pascasarjana di ruang rektorat. Kamis, (16/09/2021).

PAMEKASAN. Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim memberikan apresiasi terhadap wisudawan terbaik Pascasarjana IAIN Madura dengan cara diangkat menjadi asisten dosen.

Dinul Qayyimah, Wisudawan terbaik Pascasarjana IAIN Madura progam Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan IPK 3.78 diangkat menjadi asisten dosen dan akan mengampu mata kuliah (Makul) ilmu pendidikan untuk program sarjana.

Rektor kelahiran Sampang ini menyebutkan, apresiasi tersebut diberikan untuk memberikan semangat dan motivasi untuk mahasiswa yang lainnya. Apalagi, ia sudah menjadi lulusan terbaik di program Sarjana IAIN Madura 29 April 2019 dan Pascasarjana dengan ditempuh selama tiga semester di prodi yang sama.

BACA JUGA :  982 Mahasiswa Baru Universitas Madura Ikuti PKKMB Secara Daring

“Sebagai bentuk apresiasi, Satu wisudawan terbaik diangkat jadi asisten dosen. Karena saya rasa ia layak untuk mengajar,” katanya usai menggelar wisuda program Sarjana ke-31 dan Magister ke-11 tahun akademik 2021/2022 IAIN Madura. Kamis, (16/09/2021).

Sementara itu, Dinul Qayyimah Wisudawan terbaik Pascasarjana IAIN Madura mengaku tidak menyangka akan menjadi wisudawan terbaik. Bahkan sampai diangkat menjadi asisten dosen.

BACA JUGA :  Awal Kuliah Sempat Minder, Ketekunan Belajar Nadia Hidayanti Berbuah Wisuda Terbaik IAIN Madura

Sebelumnya, perempuan kelahiran di Bangkalan 03 Oktober 1995 ini memang sejak dulu mempunyai cita-cita untuk asisten dosen. Tetapi, cita-cita itu dengan cepat terkabulkan.

“Rasanya bahagia dan haru, saya merasa tidak percaya dan tidak menyangka akan menjadi wisudawan terbaik apalagi sampai diangkat jadi asisten dosen,” ceritanya penuh dengan kebahagiaan.

Perempuan yang tinggal di Jalan Berbeluk Arosbaya bangkalan ini mempunyai kebiasaan dan cara tersendiri untuk lulus cepat selama tiga semester dan menjadi lulusan terbaik.

BACA JUGA :  IAIN Madura Wisuda 438 Mahasiswa Secara Tatap Muka Langsung

Anak dari pasangan suami istri (Pasutri) bapak Muniri dan ibu Surah ini mempunyai kebiasaan belajar 3 jam setiap harinya dan rajin membagikan waktu merupakan kebiasaan yang ia lakukan selama menjadi mahasiswa.

Sesibuk apapun, perempuan yang akrab disapa Dina ini selalu mengerjakan tugas dengan konsisten.

“Menjadi mahasiswa itu memang dituntut dengan tugas kuliah dan bertanggung-jawab terhadap kewajiban,” pungkasnya.

  • Bagikan