Menurutnya, keberadaan Brigade Komando Sakera tidak hanya berkaitan dengan keamanan internal komunitas Madura. Anggotanya memiliki latar belakang profesi dan keahlian yang beragam sehingga turut mengambil peran di tengah masyarakat.
“Ada yang mengajar di ruang-ruang kuliah, ada yang berdiri di ruang sidang membela hak-hak masyarakat sebagai advokat, ada pula yang aktif bersinergi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan daerah,” katanya.
Ia menambahkan, generasi muda Madura di Yogyakarta juga menjadi bagian dari kekuatan tersebut. Mereka aktif menempuh pendidikan tinggi sekaligus terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi.
“Ini bukti bahwa Brigade Komando Sakera hadir dan berkontribusi di hampir seluruh lini kehidupan bangsa,” tegasnya.
Di sisi lain, KMY turut menyoroti persoalan keamanan yang masih dihadapi sebagian warga Madura yang menjalankan usaha di wilayah perkotaan. Perlindungan terhadap pedagang kecil dan pelaku usaha dinilai menjadi bagian penting yang harus mendapat perhatian bersama.
Karena itu, Brigade Komando Sakera mengaku terus memperkuat konsolidasi internal sebagai jaring pengaman bagi warga Madura di Yogyakarta. Mereka juga menyatakan kesiapsiagaan selama 24 jam untuk merespons potensi persoalan keamanan di lingkungan komunitas.






