Sehingga, aliran air hujan, mengalir ke sisi samping dan kiri drainase yang menyebabkan tanah terkikis.
“Aliran airnya itu bukan mengalir di drainase, tapi mencari aliran lain, dan tanahnya mengalami titik jenuh, jadi langsung amblas,” kata Budi Cahyono.
Menurut pria berkumis ini, tembok penahan tebing jalan desa yang ambruk tersebut merupakan jalan tembus dari Desa Toronan ke Kelurahan Kowel.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hanya saja, sejumlah material bangunan paving banyak yang hancur akibat tergerus ke bawah tebing.






