“Waktu yang lalu ada kehilangan, kami sudah memberikan masukan kepada keluarga pasien agar melaporkan. Bahkan kami menunjukkan cctv-nya cuman tidak boleh disebarkan, kami tunjukkan fotonya boleh nonton. Kalau mau dilaporkan silahkan, karena jelas itu pelaku yang mengambil,” ujarnya.
Diakuinya, bahwa peristiwa (kehilangan red.) yang terjadi di RSUD Smart itu sebanyak dua kali sepanjang tahun 2024.
“Seingat saya ini kejadian kedua sepanjang periode 2024. Kalau tidak salah dua bulan yang lalu,” terangnya.
Sementara itu, Direktur RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo, dr. Raden Budi Santoso menjelaskan, meskipun RSUD dilengkapi dengan keamanan yang ketat, pihaknya tidak menjamin keamanan barang-barang pribadi para pengunjung yang menginap dan membesuk pasien.






