“Ulama adalah cahaya moral yang membimbing umat dengan ilmu dan keteladanan, sementara umaro bertugas menjalankan amanah pemerintahan. Keduanya harus bersinergi agar pembangunan berjalan secara adil, berkeadaban, dan berkelanjutan,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa kolaborasi ini bukan hanya penting dari segi simbolik, tetapi menjadi kunci strategis dalam menciptakan stabilitas sosial, ketahanan budaya, serta percepatan pembangunan berbasis nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal Madura.
Sementara itu, Wakil Bupati Pamekasan, H. Sukriyanto, menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang intens antara pemerintah dan para tokoh agama. Menurutnya, ulama memiliki peran besar dalam membangun kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam program-program daerah.
“Kita ingin membangun Pamekasan tidak hanya dari segi fisik dan infrastruktur, tapi juga mental dan spiritual masyarakatnya. Di sinilah peran ulama sangat besar sebagai penggerak perubahan dari bawah,” jelasnya.






