“Karena batik itu hanya milik Indonesia, kalau sudah terbesar di Asia Tenggara, berarti sudah terbesar di dunia. Jadi, bagi ibu-ibu sangat disarankan untuk pergi ke pasar batik Pamekasan, di sana ibu juga bisa pesan motif batiknya seperti apa,” tandasnya.
Dia menambahkan, era industri kreatif seperti sekarang tidak ada rumus lain kecuali kolaborasi antar pemerintah daerah dalam meningkatkan ekonomi masyarakatnya melalui beberapa acara dan kegiatan lain yang dapat mendorong kesejahteraan para pelaku ekonomi. Salah satunya seperti gebyar batik Pamekasan tersebut.
“Sekarang sudah eranya yang kita sebut dengan ekonomi kreatif, ekonomi kreatif ini dipenuhi oleh pelaku-pelaku kreatif yang luar biasa. Kita sudah dua tahun menghadapi pandemi, dan alhamdulillah 2022 ini ada secercah harapan, mudah-mudahan ini bukan PHP lagi,” ungkapnya.
Arumi melanjutkan, gebyar batik Pamekasan merupakan salah satu pemacu ekonomi dari industri kreatif atau ekonomi kreatif yang harus segera dimulai sebelum pandemi benar-benar berakhir. Mengingat, masyarakat saat ini mulai bergairah kembali dalam bertransaksi di pasaran.






