Basri kordinator aksi mengatakan jika pekerjaan itu hanyalah berdasar rekayasa lalulintas, maka lokasi itu tidak termasuk sasaran pekerjaan.
Menurut Ibas, sejak pekerjaan itu digarap sampai sekarang di lapangan tidak terlihat papan nama proyek yang menginformasikan nama paket pekerjaan, lokasi pekerjaan, sumber dana, lama pekerjaan, tanggal kontrak, dimulainya pekerjaan dan penyedia jasa.
“Kami menilai pekerjaan itu terkesan tidak lebih dari tindakan pemerintah yang hanya menghamburkan uang,” lanjutnya.






