Sorotan itu disampaikan, karena menilai acara tersebut dinilai tidak menguntungkan para pengusaha batik di Kabupaten Pamekasan. dan menghabiskan anggaran yang cukup tinggi setiap tahunnya.
Pada tahun 2020, Abdus Somad pengusaha Batik KaDe di Pamekasan menilai acara gebyar batik di Semarang tidak memberikan keuntungan terhadap pengusaha, lantaran perputaran uang terjadi di kota tersebut.
“Kalau ditaruh di Pamekasan, maka orang luar akan beli batik di Pamekasan dan uang akan berputar di Pamekasan,” ungkap Abdus Somad, Rabu (9/12/2020).
Pada tahun berikutnya, beberapa aktivis dan pegiat sosial juga mengkritisi penggelaran gebyar batik di kabupaten Banyuwangi.






