Aksi pembakaran sepeda motor itu sebagai bentuk kekecewaan dan protes terhadap pemerintah. Baik eksekutif dan yudikatif yang dinilai dalam memberantas kasus yang mandek.
“Aksi demonstrasi sekaligus bakar motor sebagai bentuk Kekecewaan atas mandegnya sejumlah kasus besar di Pamekasan,” kata Zaini wer wer koordinator aksi.
Zaini menyebutkan, beberapa kasus dugaan korupsi yang mandek itu diantaranya, Dugaan korupsi Mobil sigap, Pokmas fiktif di desa Cenlecen Pakong dan Dugaan korupsi gebyar batik serta Kendaraan dinas tidak taat bayar pajak.






