Koordinator BEM Pamekasan, Syaiful Bahri mengatakan bahwa kenakalan remaja itu dapat merugikan banyak hal yang berpotensi merusak citra diri, keluarga bahkan institusi.
“Kenakalan remaja bisa berakibat pada korban fisik dan materi, seperti narkoba, balap liar dan pergaulan bebas, semua itu harus kita hindari karena sebagai regenerasi itu penting untuk mengasah mentalitas bukan melakukan tindakan yang merusak,” tuturnya.
Sementara, AKBP Satria Permana, Kapolres Pamekasan menyebut, bahwa faktor keluarga sebagai hal pertama yang mempengaruhi karakter remaja, kedua sekolah sebagai aspek yang menanamkan nilai-nilai luhur pendidikan, dan ketiga faktor lingkungan yang juga menjadi pendukung perkembangan psikologi anak.






