Perempuan Disabilitas Asal Pakong Pamekasan Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual

  • Bagikan
Foto ilustrasi.

PAMEKASAN CHANNEL. Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan menerima laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap seorang perempuan berinisial S.

Laporan tersebut disampaikan oleh saudara tirinya, Feriyanto, pada 2 September 2026

Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STTLP) Nomor STTLP/B/386/IX/2026/SPKT/Polres Pamekasan/Polda Jawa Timur.

Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana kekerasan seksual sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

BACA JUGA :  Dugaan Pemotongan Insentif Guru Madrasah, Kantor Kemenag Pamekasan Akan Didemo

Dalam laporan tersebut, dua orang berinisial T dan M disebut sebagai pihak yang dilaporkan.

Dugaan Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Agustus 2026 hingga Jumat, 28 Agustus 2026, di sejumlah lokasi di wilayah Kecamatan Pakong dan Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan.

BACA JUGA :  Gerebek Sarang Narkoba Proppo, 3 Pengguna Digulung, Bandar dan Pengedar Kabur

Feriyanto mengatakan dirinya mengetahui dugaan kejadian tersebut setelah mendapat informasi dari tetangga melalui sambungan telepon.

Setelah menerima informasi tersebut, Feriyanto kemudian mengonfirmasi langsung kepada korban. Berdasarkan keterangan korban bahwa mengakui diduga menjadi korban kekerasan seksual.

Dikatakannya, dugaan kejadian berlangsung sebanyak empat kali di lokasi berbeda, yakni di rumah M, di sebuah rumah kosong di Desa Bicorong, Kecamatan Pakong, serta sebuah kandang kambing di wilayah Den Bhaban, Desa Tlagah, Kecamatan Pegantenan.

BACA JUGA :  Usai Hantam Dua Korban di Pamekasan, Sopir Bus Kabur Tanpa Tanggung Jawab

“Korban diberikan uang, masing-masing sebesar Rp105.000 dari M dan Rp20.000 dari T,” tandasnya.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks
  • Bagikan