Sehingga hasil karya batik tulis Pamekasan yang dijual di pasar tersebut kualitasnya bagus dengan harga murah.
Bahkan setiap hari Kamis dan Minggu, di Pasar 17 Agustus Pamekasan itu dijadikan sebagai hari pasar batik yang ramai dipadati pengunjung.
“Banyak pengunjung yang datang dari Jakarta, luar pulau semuanya tumpah ruah beli batik di Pasar 17 Agustus,” ungkap Gus Acing.
Tak hanya itu, Fattah Jasin juga mengaku bersyukur, sebab pagelaran Gebyar Batik Pamekasan 2022 yang digelar di Malang Malang Town Square (Matos) pada Sabtu (19/3/2022) lalu, para perajin meraup untung dengan omzet Rp 300 juta dalam sekali acara.
Pihaknya mewakili pembatik dan perajin batik se-Pamekasan menyampaikan terima kasih terhadap panitia penyelenggara Eksotika Bromo karena telah memberikan kesempatan terhadap Kabupaten Pamekasan untuk menampilkan keindahan batik tulis Pamekasan untuk dunia.
Keinginan dia, melalui acara Gebyar Batik Pamekasan 2022 yang berkolaborasi dengan Eksotika Bromo itu dapat meningkatkan ekonomi kreatif khususnya dari segala sektor ekonomi dan UMKM di kalangan masyarakat.






