Selanjutnya, pihaknya menyatakan ada dua alasan dirinya optimis menyelesaikan tugas kepemimpinan sebelumnya.
Pertama, dirinya punya referensi kepemimpinan di PWI. Yaitu dua mantan ketua sebelumnya, Abd Aziz dan Tabri S Munir.
“Saya tinggal mengkombinasikan gaya kepemimpinan keduanya. Abd Aziz guru saya sewaktu di SMA. Sementara Tabri S Munir adalah mentor saya sejak di Pondok Pesantren Annuqayah. Sanad keilmuan ini, tentu baik untuk PWI Pamekasan,” Ungkap Anam.
“Saya beserta pengurus yang ada, tinggal membaca, mencermati, dan menjalankan program kerja yang belum terealisasi. Tentu saya tetap terbuka manakala ada ide atau gagasan tambahan program dari program kerja yang sudah ada,” Kata Anam kepada sejumlah awak media.






