“Anak saya sering mengeluh karena nasinya keras dan tidak enak. Kadang dia pulang tanpa menyentuh makanannya,” ungkap salah satu wali murid.
Adapun paket MBG yang dibagikan mencakup nasi goreng atau nasi dengan telur dadar, dilengkapi satu buah jeruk serta sepotong timun.
Namun sejumlah menu tersebut disebut kerap tidak dimakan siswa dan akhirnya menumpuk di lingkungan sekolah. Nasi sisa itu bahkan dimanfaatkan warga sekitar sebagai pakan ayam.
Guru dan wali murid berharap pihak pengelola dapur SPPG Bunga Batumarmar segera melakukan evaluasi menyeluruh agar kualitas makanan meningkat dan tujuan program MBG untuk memenuhi gizi anak benar-benar tercapai.
Sementara itu, belum ada klarifikasi resmi dari SPPG Bunga Batumarmar Pamekasan terkait menu MBG yang dikeluhkan wali murid dan guru tersebut.






