“Saya menyesal dan menyadari kesalahan saya. Saya mohon maaf kepada Bupati Pamekasan dan seluruh masyarakat atas pernyataan saya yang kasar di media sosial dan saya berharap bisa meminta maaf secara langsung pada Bupati Pamekasan,” ungkap Kurdi.
Menanggapi permintaan maaf tersebut, Bupati Pamekasan menunjukkan sikap yang patut dicontoh. Ia menerima permintaan maaf itu dengan lapang dada dan mengimbau agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Saya memaafkan dengan tulus. Namun mari kita jadikan ini sebagai pelajaran bersama. Jaga etika dan tutur kata, apalagi di ruang digital yang bisa diakses siapa saja. Media sosial adalah cermin dari diri kita. Jangan sampai kita kehilangan nilai sebagai orang yang beradab,” kata Bupati Pamekasan.
Beliau juga mengajak masyarakat, khususnya warganet, untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan senantiasa menjaga persaudaraan serta keharmonisan antar warga Madura, khususnya Pamekasan.






