Ia menambahkan, Meski ditengah situasi yang sulit seperti saat ini karena perekonomian warga tersendat akibat pandemi Covid-19, namun bersama warga yang lain masih rela menyisihkan sebagian rezekinya demi mendapatkan akses jalan yang layak walaupun tanpa dana dari pemerintah desa.
“Kami sengaja mengajak masyarakat setempat bergotong royong memperbaiki jalan dengan menggunakan semen dan batu,” tuturnya.
Apalagi, saat ini masuk musim hujan, dengan kondisi jalan yang belum diperbaiki sehingga risiko kecelakaan lebih tinggi dan dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
Karena menurutnya, di sepanjang jalan tersebut setiap hari dilewati baik anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah dan warga setempat yang akan bekerja ke tempatnya masing-masing.






