“Situasi menjadi memanas karena ada pihak yang menilai proses penetapan calon tidak berjalan sesuai mekanisme yang diatur dalam organisasi,” ujarnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Ketua DPD Partai Golkar Pamekasan, Rize Ikhwan Muttaqin, belum memberikan keterangan apapun terkait polemik tersebut.
Diketahui, terdapat dua nama yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua DPD Golkar Pamekasan periode 2025–2030, yakni Djohan Susanto dan Imam Syafii Yahya.
Pendaftaran bakal calon tersebut telah ditutup pada Senin, 12 Januari 2026, pukul 16.00 WIB.
Hingga kini, proses penetapan calon ketua DPD Golkar Pamekasan masih menjadi perhatian internal partai dan publik, menyusul beredarnya rekaman video yang menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara para pengurus.






