“Saya bangga ada peserta yang terkecil, umur 8 tahun tapi mengikuti Tilawatil Qur’an. Kemudian ada juga yang tunanetra. Inilah yang membuat saya yakin betul, bahwa Surabaya semakin banyaknya Hafidz Qur’an yang mengumandangkan Qur’an maka Surabaya ini akan menjadi kota yang hebat,” tandasnya.






