“Kegiatan FKWUB sering kali dilaksanakan di tempat-tempat ibadah agama lain seperti gereja Katolik dan Vihara Buddha, sebagai wujud nyata toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman,” tuturnya.
Namun, ia tak menampik adanya tantangan di lapangan. Salah satunya adalah munculnya fitnah atau kesalahpahaman ketika pengurus FKWUB menghadiri kegiatan keagamaan di gereja, dan semuanya sudah dapat ditepis.






