Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musyaffa’ Syafril, menekankan pentingnya efektivitas kepemimpinan (effective leadership) dalam tubuh Nahdlatul Ulama.
Ia mengingatkan bahwa setiap kader yang dipercaya memegang pimpinan memiliki tanggung jawab moral melanjutkan estafet perjuangan para pendiri (muassis) NU.
Menurut Syafril, seorang ketua tidak boleh pasif atau sekadar mengandalkan pergerakan anggota. Pemimpin harus mampu mengambil inisiatif, menggerakkan potensi kader, serta bertanggung jawab penuh atas keberhasilan program kerja organisasi.
“Ketua harus membuktikan efektivitas kepemimpinannya. Organisasi tidak akan jalan kalau ketua hanya berpangku tangan dan bergantung pada anggota. Seorang pemimpin harus sigap berinisiatif dan selalu siap berkhidmat,” tegas Syafril.






