PAMEKASAN CHANNEL. Masyarakat di Kabupaten Pamekasan sudah mulai melakukan tanam tembakau.
Di sejumlah lahan pertanian, warga tampak sibuk menyiapkan tanah, menanam bibit, hingga merawat tanaman yang diharapkan dapat tumbuh optimal.
Mohammad, seorang warga Pademawu, Kabupaten Pamekasan, yang berprofesi sebagai petani, mengungkapkan keluhannya. Ia menyebut bahwa biaya awal untuk menanam tembakau tahun ini terasa lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.
“Bibit tembakau harganya juga mahal. Kami tetap berusaha menanam karena ini sumber utama penghasilan, tapi tentu saja biaya yang tinggi jadi beban tersendiri,” ujarnya.
Selain persoalan bibit, petani juga menaruh perhatian besar pada ketersediaan pupuk. Mereka berharap saat memasuki masa perawatan hingga panen nanti, pupuk tidak mengalami kelangkaan dan harganya tetap terjangkau.
“Kami sangat berharap pupuk mudah didapatkan. Jangan sampai langka atau harganya melonjak, karena itu bisa membuat petani kebingungan dan hasil panen tidak maksimal,” tambah Mohammad.
Di tengah semangat memulai musim tanam, para petani tak lupa memanjatkan doa. Mereka berharap cuaca tahun ini berjalan normal, tidak ekstrem, sehingga tanaman tembakau dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen berkualitas tinggi.
Harapan lain yang tak kalah penting adalah harga jual tembakau yang stabil, bahkan tinggi, agar mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Namun, di balik harapan tersebut, para petani juga menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah mahalnya harga bibit tembakau. Kondisi ini dirasakan cukup memberatkan, terutama bagi petani kecil yang memiliki keterbatasan modal.






