Mie Bakso Pak Mat, Kuliner Legendaris Favorit Mahasiswa di Pamekasan yang Bertahan Sejak 1995

  • Bagikan
Pak Mat Penjual Mie Bakso di Pamekasan.

PAMEKASAN CHANNEL. Di tengah menjamurnya kuliner modern dan kafe kekinian, satu warung sederhana di kawasan Larangan Tokol, Perumahan Tlanakan Indah, selatan Kampus UIN Madura tetap bertahan dan menjadi favorit banyak orang.

Warung itu adalah Mie Bakso Pak Mat, kuliner legendaris yang sudah menemani perjalanan mahasiswa sejak puluhan tahun lalu.

Bagi warga Pamekasan, khususnya mahasiswa dan alumni kampus, nama Pak Mat bukan sekadar penjual bakso biasa.

Sosok bernama lengkap Muhammad Hari (72) itu dikenal sebagai penjual bakso ramah yang konsisten menjaga rasa, harga, dan kesederhanaannya sejak mulai berjualan pada tahun 1995.

BACA JUGA :  Kepatutan dan Lonjakan Harta Kepala Bea Cukai Madura dari Rp1,7 M Jadi Rp2,5 M Disorot

“Dulu sebelum ada STAIN Pamekasan yang sekarang jadi UIN Madura, saya sudah jualan di sini,” ujar Pak Mat sambil melayani pembeli, Kamis (14/5/2026).

Keistimewaan Mie Bakso Pak Mat terletak pada cita rasa kuahnya yang khas, harga yang tetap ramah di kantong, serta suasana sederhana yang membuat pelanggan merasa nyaman. Hingga kini, satu porsi mie bakso dijual hanya Rp10 ribu.

Harga itu sengaja dipertahankan agar tetap terjangkau bagi mahasiswa dan masyarakat kecil.

BACA JUGA :  Polemik Penentuan Pendamping Haji Pamekasan, Ini Penjelasan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah

“Saya tidak mau ambil untung terlalu tinggi,” tutur Pak Mat.

Puluhan tahun berjualan membuat warung bakso ini menjadi tempat penuh kenangan bagi banyak orang. Mulai dari mahasiswa, dosen, pekerja hingga masyarakat umum pernah menikmati hangatnya semangkuk bakso di tempat tersebut.

Tak sedikit alumni kampus yang sengaja kembali datang hanya untuk melepas rindu pada rasa bakso yang mereka nikmati semasa kuliah.

Pak Mat juga mengenang masa kejayaan usahanya. Pada era awal 2000-an, dagangannya selalu ramai diserbu pembeli.

BACA JUGA :  Ceramah Agama Rutin Tangga Seribu, Kiai Anis Cipta Dewata Ajak Syukuri Nikmat Kemerdekaan

“Kalau dulu sehari bisa untung banyak. Sore saja sudah habis,” kenangnya.

Namun seiring perubahan zaman dan semakin banyaknya persaingan kuliner, penjualannya mulai menurun. Kini, pendapatan hariannya berkisar Rp500 ribu.

Bahkan, jika dahulu dagangannya habis sebelum malam, kini ia harus berjualan hingga pukul 23.30 WIB.

Meski demikian, Pak Mat tetap bertahan dengan penuh semangat. Di usianya yang tidak lagi muda, ia masih setia meracik mie bakso untuk pelanggan yang datang silih berganti.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks
  • Bagikan