Pekan Depan, Tenaga Medis RSIA Puri Bunda Madura Segera Diperiksa Polisi, Kasus Angkat Rahim 

  • Bagikan
Ilustrasi. Tenaga medis.

PAMEKASAN CHANNEL. Sejumlah tenaga medis Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Puri Bunda Madura, dijadwalkan akan diperiksa penyidik Polres Pamekasan, buntut dugaan malapraktik.

Selain tenaga medis, pelapor dan sejumlah saksi juga akan dimintai keterangan. Mereka dijadwalkan diperiksa pada pekan depan.

Agenda pemeriksaan tersebut dibenarkan oleh Kapolres Pamekasan melalui Kasi Humas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama.

Kata Evan, agenda penyidik pada pekan depan yakni meminta keterangan dari pelapor, disusul pihak-pihak yang terlibat langsung dalam proses penanganan pasien di RSIA Puri Bunda Madura.

BACA JUGA :  Profil Hakim Ketua di Sidang Vonis Lima Terdakwa PAW Kades Gugul

“Untuk laporan terkait dugaan malapraktik di RSIA Puri Bunda Madura, agenda kami minggu depan adalah memanggil saksi pelapor serta pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan RSIA, termasuk tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan, baik perawat maupun dokter yang menangani pasien tersebut,” ujar Ipda Yoni, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, pemanggilan para saksi dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan untuk mengumpulkan alat bukti.

“Selain itu untuk memastikan seluruh fakta dalam perkara tersebut dapat terungkap secara objektif sesuai prosedur hukum yang berlaku,” jela Evan.

BACA JUGA :  Ini Daftar Pejabat Polres Pamekasan yang Dirotasi

Diberitakan sebelumnya, QQ awalnya menjalani operasi sesar di RSIA Puri Bunda Madura untuk proses persalinan. Namun setelah tindakan tersebut, pasien mengalami pendarahan hebat yang mengharuskannya menjalani operasi lanjutan berupa pengangkatan rahim.

Ironisnya, kondisi kesehatan QQ justru tidak kunjung membaik. Ia kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, pasien kembali menjalani tindakan medis. Dari hasil pemeriksaan lanjutan, ditemukan persoalan lain, ternyata bukan masalah pada rahim, melainkan usus yang melintir.

BACA JUGA :  SOSOK Mahfudh, Putra Pamekasan Raih Prestasi Internasional Kategori Teknologi Pertanian Ramah Lingkungan

Karena itu, pihak keluarga mempertanyakan tindakan pengangkatan rahim yang dilakukan sebelumnya.

Tidak cukup itu, selain mempersoalkan tindakan medis, pihak keluarga juga mengaku mengalami kesulitan saat meminta rekam medis pasien dari pihak RSIA Puri Bunda Madura.

Hal itu berbeda dengan di RSUD Dr. Soetomo yang langsung diberikan rekam medisnya. Pihak keluarga saat ini tengah menunggu keadilan dan pertanggung jawaban dari pihak Rumah sakit.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks
  • Bagikan