Komitmen yang kedua melanjutkan tugas yang belum selesai dari kepemimpinan IAIN Madura sebelumnya, yakni menuntaskan pembuatan proposal IAIN Madura menuju Universitas Islam Negeri (UIN) Madura. Yang ketiga penguatan kelembagaan dengan digitalitasi kampus yang akan dilakukan percepatannya mulai tahun 2023.
Terkait ikhtiar menuju UIN Madura, Syaiful Hadi mengaku kini terus dilakukan pemenuhan berbagai persyaratan yang masih kurang. Kini, kata dia, ada bantuan hibah Rp 10 miliar dari Pemkab Pamekaasan yang akan dibelikan tanah di sekitar kampus IAIN Madura dan juga bantuan beberapa hektar lahan oleh Pemkab Pamekasan yang ada di Kecamatan Tlanakan.
Soal kertersediaan guru besar, Syaiful Hadi mengakui bahwa saat masih baru ada satu guru besar di IAIN Madura. Karena kini tengah memproses pengajuan tiga orang calon guru besar, yakni Bapak Mukhlis Sholihin, Zainudin Syarif dan Muhammad Zahid.






