TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Demo Rektor, Mahasiswa UNIRA Bawa Enam Poin Tuntutan

  • Bagikan
Muchtar Rosid Presiden Mahasiswa Universitas Madura sat menyerahkan berkas tuntutan di depan Gedung rektorat Universitas Madura, Rabu (10/7/2024).

PAMEKASAN CHANNEL. Puluhan Mahasiswa Universitas Madura (UNIRA) menggelar aksi di depan Gedung Rektorat Universitas Madura, Rabu (10/7/2024).

Gerakan Demontrasi yang di pelopori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Madura (BEM U) tersebut, Berlangsung dari depan islamic center pamekasan sebagai titik kumpul menuju gedung rektorat Universitas Madura.

Mahasiswa mengkritik mengenai beberapa kebijakan Rektorat yang dinilai merugikan mahasiswa serta menagih janji atas pembaharuan fasilitas dan pembangunan gedung yang tidak kunjung di realisasikan.

BACA JUGA :  IAIN Madura Buka Rangkaian Harlah ke-56 dengan Basar UKM dan Bursa Kerja

“Aksi Ini mewakili mahasiswa Universitas Madura yang di rugikan mengenai mekanisme pelaksanaan KKN 2024 dan manejemen pengelolaan KIP yang amburadul serta menagih janji pembenahan fasilitas serta pembangunan gedung yang sampai detik ini tidak ada kejelasan padahal sumber anggaran sudah ada”. Kata Muchtar Rosid Presiden Mahasiswa Universitas Madura.

BACA JUGA :  Perkuat Kolaborasi, Forum Mahasiswa Palengaan Pamekasan Gelar MPAB 2022

Dalam demo tersebut, setidaknya ada 6 Point Besar yang menjadi prioritas.

1.Pembangunan Gedung G.menurutnya pembangunan gedung G harus segera dilaksanakan.

2.Renovasi Gapura Dan Pagar dalam bentuk pembaharuan fasilitas.

3.Menuntut pihak Universitas untuk membenahi mekanisme dan pengelolaan KIP Kuliah.

4.Transparansi pembayaran mahasiswa mengenai Uang kesehatan, pengelolaan MBKM, perpustakaan serta asuransi kesehatan.

5.Kejelasan mengenai mekanisme pelaksanan PKKMB 2024 yang sampai detik ini tidak menemukan kejelasan.

BACA JUGA :  Nenek di Pamekasan Ditemukan Tewas Dalam Sumur Kedalaman 40 Meter

6.Manejemen pelaksanaan KKN yang memberatkan mahasiswa.

“Enam tuntutan tersebut harus segera di realisasikan karena ini bagian untuk memberikan kenyamanan dan kemajuan untuk universitas Madura”. Teganya.

Massa aksi kemudian membubarkan diri setelah di temui dan di tandatanganinya poin tuntutan oleh rektor universitas Madura.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks
  • Bagikan