TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

FAAM Madura Sebut Permintaan PSU dan PHU di Palengaan Pamekasan Ngawur

  • Bagikan
Basid ketua Tim Investigasi Forum Aspirasi dan Advokasi Masyaramat (FAAM) Madura Raya.

PAMEKASAN CHANNEL. Permintaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan melakukan hitung ulang (HU) di kecamatan Palengaan kabupaten Pamekasan dinilai ngawur.

Hal itu disampaikan oleh Basid ketua Tim Investigasi Forum Aspirasi dan Advokasi Masyarakat (FAAM) Madura Raya yang menilai bahwa permintaan PSU di dua TPS di desa Palengaan Daja dan HU di beberapa desa di Palengaan tanpa alasan yang kuat.

BACA JUGA :  Kapten Tim Persepam Pamekasan Alami Patah Lengan saat Lawan Persewangi Banyuwangi

Sebab, PSU dan HU diminta pasca rekapitulasi di tingkat kecamatan Palengaan tuntas dan sudah tanda tangani oleh beberapa saksi dari berbagai partai politik.

“Seharusnya di HU saat proses rekapitulasi. Karena di sana forumnya. Dan kemarin memang ada beberapa TPS yang di hitung uang,” katanya.

Selain itu, ia meminta kepada pihak yang merasa kurang puas. Agar melakukan langkah atau mekanisme yang sudah ada. Yakni laporkan ke Bawaslu.

BACA JUGA :  Polda Jatim Ground Breaking Pembangunan Mako Polres Pamekasan

Sebab, para penyelenggara dituntut selesai maksimal tanggal 2 Maret. Apalagi kata dia, beberapa desa sudah tuntas melaksanakan Rekapitulasi.

“PPK Harus tegas jika menurut mereka (Penuntut) terjadi dugaan penggelembungan suara di sejumlah TPS maka mereka dipersilahkan lapor, ada tempatnya khusus yakni Bawaslu Bukan PPK. Jika yg dituntut adalah PSU maka itu jelas tendensius terhadap Salah satu Caleg atau parpolnya,” kata mantan aktivis GMNI itu.

BACA JUGA :  Polisi Amankan 6 Unit Sepeda Motor di Jalan Pamaroh Pamekasan

Sebelumnya, beberapa orang meminta agar di 2 tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di Desa Palengaan Daja Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan digelar PSU.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks
  • Bagikan