Menurut, seusai pandemi tingkat pengangguran baru dan kemiskinan di Pamekasan semakin meningkat, jadi adanya praktik penjualan seragam itu wajar dianggap membebani wali murid.
“Itu membebani sekali bagi wali murid, sebab tidak semua ekonomi wali murid itu sama, ada yang tidak mampu dan ada yang miskin sekali, apalagi usai pandemi.” Ujarnya.






