Senada dengan hal tersebut, Mohammad Saedy Romli, yang juga merupakan anggota Komisi IV DPRD sekaligus Ketua Paguyuban Mitra MBG, menekankan pentingnya sinergi antara peneliti, pemerintah, dan mitra pelaksana.
Menurutnya, validasi data melalui penelitian independen akan menjadi masukan berharga bagi keberlanjutan program MBG di Pamekasan.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan hasil penelitian dapat menjadi rujukan ilmiah bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan kesehatan dan gizi anak di masa depan.
Untuk diketahui, ACCESS merupakan lembaga riset dan survei kebijakan yang berfokus pada analisis strategis untuk mendorong pembangunan daerah yang berbasis data.






