“Kami sangat mendukung riset ini. Output yang diinginkan pemerintah melalui program MBG harus dipastikan terwujud, dan hal itu memerlukan evaluasi secara periodik yang terukur agar kita tahu sejauh mana dampak nyata di lapangan,” ujar dr. Saifudin.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Dinas Kesehatan menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi tim peneliti dalam mengakses data-data kesehatan yang dibutuhkan guna kelancaran proses analisis.
Dikatakannya, Penelitian tersebut direncanakan akan mengambil lokus di sejumlah Posyandu yang menjadi penerima manfaat program MBG di Kabupaten Pamekasan. Adapun sasaran subjek penelitian difokuskan pada anak usia 1 hingga 5 tahun, yang merupakan masa krusial dalam pertumbuhan atau golden age.
Langkah Tim ACCESS ini juga mendapatkan penguatan dari sektor legislatif. Abd Rasyid Fansori, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pamekasan, menyampaikan dukungannya terhadap riset ini sebagai bagian dari fungsi pengawasan dan peningkatan kualitas kebijakan publik.






