“Adapun kematiannya (AKI, red), karena tidak bersalin di Faskes. Masih ada yang memilih bersalin di dukun beranak, itu yang banyak menyumbang kematian. Pada 2023 ini, nol kematian ibu. Sementara kasus kematian bayi atau anak, ada 2 kasus,” katanya.
Syamlan mengatakan, pada 2022 lalu untuk proses persalinan, pihaknya sudah melarang bidan untuk membantu persalinan di pondok bersalin desa (Polindes) dan di rumah pasien. Hal itu dilakukan guna menekan AKI dan AKB.
Untuk diketahui, pada 2021 terdapat 30 kasus AKI dan 51 kasus AKB 51. Jika dibandingkan dengan tahun 2022, tidak ada lonjakan kasus AKI. Namun untuk AKB ada peningkatan 2 kasus.






