“Kita memahami bahwa nilai sejarah adalah jembatan penting antar peradaban. Melalui festival bonsai, kita belajar tentang kesabaran, ketelatenan, sekaligus kecintaan terhadap alam,” ujarnya.
Bupati menambahkan bahwa festival ini diharapkan memperkuat literasi lingkungan, menjadi wadah silaturahmi para pegiat bonsai, sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif yang semakin berkembang.
Menurut dia, bonsai terbukti memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat menjadi aktivitas produktif bagi masyarakat.





