Mahasiswa UNIRA Tutup Akses Kampus dengan Sirtu Galian C, KPUM Dinilai Tak Jelas di Pemira 2025

  • Bagikan
Aksi berlangsung di depan gerbang utama kampus. Massa menutup akses keluar masuk dengan pasir batu (sirtu) hasil galian C sebagai bentuk protes atas proses pendaftaran calon yang dinilai penuh kejanggalan.

“Katanya sudah ada dua pendaftar hari Selasa pukul 12.45 WIB. Tapi setelah dicek lewat CCTV, tidak ada paslon yang mendaftar pada jam itu,” tegas Subaidi.

Dua Tuntutan Utama

Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan dua tuntutan: Menjatuhkan sanksi kepada Ketua dan Sekretaris KPUM UNIRA dan menganulir SK Penetapan Calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa yang telah diterbitkan KPUM.

“Jika tidak ada titik terang, kami akan menutup seluruh akses kampus dan memboikot kegiatan kampus,” ancam Subaidi.

Pihak Kampus Merespons

Wakil Rektor III UNIRA, Moh. Zali, yang hadir menemui massa aksi menegaskan bahwa kampus siap mengambil tindakan sepanjang laporan mahasiswa disertai bukti kuat.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks
BACA JUGA :  Hakordia 2025, Kejari Pamekasan Ungkap Hasil Perangi Korupsi
  • Bagikan