Mahasiswa UNIRA Tutup Akses Kampus dengan Sirtu Galian C, KPUM Dinilai Tak Jelas di Pemira 2025

  • Bagikan
Aksi berlangsung di depan gerbang utama kampus. Massa menutup akses keluar masuk dengan pasir batu (sirtu) hasil galian C sebagai bentuk protes atas proses pendaftaran calon yang dinilai penuh kejanggalan.

“Silakan buktikan dalam sidang. Jika fakta mendukung, tuntutan itu pasti menguat. Kampus mengikuti keputusan Dewan Kehormatan,” ujarnya.

Sorotan Dugaan Relasi Tak Sehat

Ketua BEM Fakultas Hukum, Tofa, turut menyoroti dugaan relasi tidak sehat antara KPUM, Wakil Rektor III, dan Biro Kemahasiswaan.

“Hari ini kami minta Ketua KPUM hadir. Kalau tidak bersalah, hadapi! Tapi kalau tidak berani datang, bubarkan saja KPUM Universitas Madura,” teriaknya.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks
BACA JUGA :  Laporan Korupsi Gebyar Batik Pamekasan Tak Terbukti, Polres Stop Penyelidikan Usai Terima Ini
  • Bagikan