Sementara itu, Direktur KMA Kementerian Kebudayaan RI Syamsul Hadi mengapresiasi event tersebut. Menurutnya, 495 tahun Kabupaten Pamekasan bukanlah ukuran usia semata, melainkan sejarah panjang dengan segenap perjuangannya.
“Oleh karenanya, ini bukan sekadar peringatan atau seremonial, melainkan momentum melakukan jati diri, semangat kebersamaan, komitmen kita dalam membangun daerah yang berakar kuat dari nilai nilai kebudayaan dan kearifan lokal,” ucapnya.
Ia menyebut, Pamekasan adalah salah satu pusat kebudayaan, mengingat daerah ini posisinya berada di tengah dari empat kabupaten. Selain itu, Pamekasan memiliki karakteristik yang unik, perpaduan yang harmoni antara adat dan budaya.
“Kami mendorong terus akselerasi kebudayaan yang berbasis masyarakat dan komunitas, dimana kebudayaan kebudayaan tahun ini dan tahun mendatang ada program dana Indonesiana,” tukasnya.






