PAMEKASAN CHANNEL. Dalam rangka menyampaikan aspirasi dan tuntutan kepada pemerintah daerah, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Madura (UNIRA) melakukan aksi demo ke Kantor Bupati Pamekasan, Kamis (14/8/2025).
Yang menarik perhatian adalah kehadiran kurang lebih 6 buah bendera One Piece “Jolly Roger” yang dikibarkan dalam aksi demo di Pendopo Ronggosukowati tersebut.
Koordinator aksi, Presiden mahasiswa UNIRA, Izet Alfian Fatahillah mengatakan bahwa bendera One Piece itu merupakan simbol kekecewaannya terhadap Bupati Pamekasan.
“Kami kibarkan bendera One Piece di demo ke Bupati Pamekasan adalah sebagai bentuk kekecewaan kami terhadap pemerintah daerah,” kata Izet Alfian Fatahillah.
Izet mengungkapkan bahwa pada momentum Kemerdekaan RI ke-80, mahasiswa tidak menemukan keadilan dari kebijakan yang diambil Bupati Pamekasan Kholilurrahman.
“Bendera One Piece ini sebagai bentuk perlawanan kami terhadap ketidakadilan yang dipimpin Bupati Pamekasan,” ucapnya.
Dalam demo tersebut, Izet mendesak Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman untuk melakukan pembenahan, mulai dari pelayanan di RSUD Pamekasan yang menyebabkan banyak korban pasien Hemodialisis (HD) hingga penertiban tambang Ilegal yang menyebabkan banjir.
Tidak hanya itu, aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu meminta komitmen Bupati Pamekasan untuk mereformasi birokrasi yang berdampak pada Defisit anggaran tahun 2024.
“Kami akan melakukan aksi kembali jumlah massa lebih banyak mengingat Bupati tidak mau bertanda tangan tuntutan kami,” tegas pria kelahiran Sampang tersebut.
Dalam aksi yang ditemui langsung, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan perbaikan, selebihnya hal tersebut membutuhkan proses dan tahapan.
“Soal pelayanan pasien HD, kami sudah lakukan pelayanan maksimal tiga shift sampai pukul 01.00 dini hari. Selebihnya, alat kesehatan diistirahatkan karena jika dipaksakan bisa rusak,” tegasnya.
Selain itu, dia mengaku sudah menggandeng pihak terkait untuk menambah alat cuci darah. Sedangkan untuk tambang Ilegal akan segera dibahas dengan OPD terkait.
“Kami targetkan nanti pelayanan bisa 4 shift. Sementara kalau soal tambang saya sudah koordinasi dengan OPD terkait untuk menyelesaikan,” tandasnya.






