Dia mengingatkan, para abdi negara senantiasa ingat atas sumpah janjinya yang diucapkan dalam pelantikan tersebut untuk mendahulukan kepentingan rakyat dari pada kepentingan pribadi. Sehingga, kerja melayani rakyat dan pengabdian kepada negara kesatuan republik Indonesia menjadi pondasi dalam setiap aktivitasnya. Termasuk guru yang memiliki tanggung jawab mendidik generasi bangsa.
“Menjalani pemerintahan ini harus bersih, kita ini ingin menjadi orang baik atau tidak baik tergantung kita. Kalau kita selalu memberikan solusi dan pesan baik kepada seseorang, kita akan menjadi orang baik. Demikian juga sebaliknya,” jelasnya.
Tokoh muda Nahdlatul Ulama ini menegaskan, surat keputusan pengangkatan menjadi PPPK dan ASN mempunyai konsekuensi besar dalam hidup, tidak seperti sebelum diangkat menjadi abdi negara. Salah satunya harus mampu memberikan contoh yang baik kepada publik, patuh kepada pimpinan, dan tugas lain yang menempel kepada mereka. Namun, negara membayar lunas atas konsekuensi besar tersebut.






