Dampak Demonstrasi Mahasiswa di DPRD Pamekasan, Sejumlah Karyawan Terpaksa Dipulangkan

  • Bagikan
Massa saat berdemo di depan kantor DPRD Kabupaten Pamekasan. (Dok: Pamekasan Channel).

PAMEKASAN CHANNEL. Gelombang demonstrasi di berbagai penjuru Indonesia tumpah sejak beberapa pekan terakhir.

Kekecewaan mahasiswa dan masyarakat nyaris tak terbendung, mulai dari fasilitas umum yang dibakar hingga korban berjatuhan.

Menyusul gelombang aksi di berbagai daerah, ratusan mahasiswa di Pamekasan Madura juga turun jalan menuntut keadilan, pada Selasa 2 September 2025.

BACA JUGA :  Ra Ali Wafa Kembali Pimpin Partai PKB Pamekasan Periode 2021-2026

Massa gabungan di Pamekasan meliputi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan elemen mahasiswa dari Universitas Madura (UNIRA) bergabung dalam Kabinet Angkara.

Mereka menduduki kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan sejak pukul 15.00 WIB.

BACA JUGA :  Minus 200 Miliar, Bupati Pamekasan Janji Maksimalkan Pengunaan APBD Tahun 2026

Dalam berkas tuntutan massa aksi terdapat 3 hal, pertama dukungan pengesahan Rencana Undang-Undang (RUU) perampasan aset, menolak kenaikan tunjangan bagi DPR RI, serta proses hukum 7 pelaku anggota Brimob yang melindas driver ojol Almarhum Affan Kurniawan.

Aksi demonstrasi tersebut ditemui Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur bersama jajaran pimpinan, termasuk sejumlah anggota dewan dari sejumlah fraksi.

BACA JUGA :  Pindah dari PKB, Ning Dhiah Putri Pengasuh Ponpes Al Huda Pamekasan Gabung PDIP

Ali Masykur telah menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan massa telah disepakati dan akan segera disampaikan sebagai mekanisme yang ada.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks
  • Bagikan