PAMEKASAN CHANNEL. Gelombang demonstrasi di berbagai penjuru Indonesia tumpah sejak beberapa pekan terakhir.
Kekecewaan mahasiswa dan masyarakat nyaris tak terbendung, mulai dari fasilitas umum yang dibakar hingga korban berjatuhan.
Menyusul gelombang aksi di berbagai daerah, ratusan mahasiswa di Pamekasan Madura juga turun jalan menuntut keadilan, pada Selasa 2 September 2025.
Massa gabungan di Pamekasan meliputi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan elemen mahasiswa dari Universitas Madura (UNIRA) bergabung dalam Kabinet Angkara.
Mereka menduduki kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan sejak pukul 15.00 WIB.
Dalam berkas tuntutan massa aksi terdapat 3 hal, pertama dukungan pengesahan Rencana Undang-Undang (RUU) perampasan aset, menolak kenaikan tunjangan bagi DPR RI, serta proses hukum 7 pelaku anggota Brimob yang melindas driver ojol Almarhum Affan Kurniawan.
Aksi demonstrasi tersebut ditemui Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur bersama jajaran pimpinan, termasuk sejumlah anggota dewan dari sejumlah fraksi.
Ali Masykur telah menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan massa telah disepakati dan akan segera disampaikan sebagai mekanisme yang ada.






