Ketua Umum FJN, Muhamad Didi Rosadi yang akrab disapa Diday, menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan kepada 22 tokoh dari berbagai latar belakang dan bidang pengabdian.
Para penerima ditetapkan melalui seleksi internal FJN dengan mempertimbangkan kiprah, kontribusi, serta rekam jejak yang dinilai inspiratif. Mereka berasal dari beragam kalangan, mulai dari politisi, pengusaha, kiai, hingga tokoh muda Nahdliyin lainnya.
Menariknya, proses pemberian penghargaan dilakukan tanpa pemberitahuan maupun komunikasi terlebih dahulu kepada para penerima.
“Para penerima ini kita tidak pernah ada komunikasi sebelumnya, tanpa ada pemberitahuan,” jelas Diday.
Kejutan tersebut juga dirasakan Ismail. Ia mengaku tidak mengetahui sebelumnya bahwa dirinya masuk dalam daftar penerima penghargaan FJN tahun 2026.
“Terima kasih banyak kepada teman-teman FJN. Ini benar-benar surprise sekali. Tanpa pemberitahuan atau komunikasi apa pun sebelumnya, tiba-tiba penghargaan ini diberikan. Makanya saya sangat berterima kasih kepada teman-teman FJN,” ungkapnya.






